Kamis 09 Sep 2021 06:57 WIB

Pemerintah Serap Dana Rp 10 Triliun dari Lelang 6 Seri Sukuk

Realisasi penyerapan dana setara dari 16 persen penawaran yang masuk.

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha
Lelang Surat Utang Negara (SUN). Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 10 triliun dari lelang enam seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (7/9).
Foto: Tim Infografis Republika.co.id
Lelang Surat Utang Negara (SUN). Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 10 triliun dari lelang enam seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (7/9).

EKBIS.CO,  JAKARTA -- Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 10 triliun dari lelang enam seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (7/9). Adapun realisasi ini setara 17,66 persen dari total penawaran yang masuk sebesar Rp 56,61 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan seperti dikutip Kamis (9/9), pemerintah melaksanakan lelang SBSN pada 7 September 2021 seri SPNS08032022 (new issuance), PBS031 (reopening), PBS032 (reopening), PBS029 (reopening), PBS004 (reopening) dan PBS028 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Adapun seri SPNS08032022, pemerintah memenangkan sebesar Rp 1 triliun dari total Rp 7,715 triliun penawaran masuk, dengan imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan 2,82 persen.

Seri PBS031, dari jumlah penawaran masuk sebesar Rp 11,95 triliun, total yang dimenangkan Rp 3,15 triliun. Adapun besaran imbal hasil rata-rata tertimbang dari sukuk yang jatuh tempo pada 15 Juli 2024 ini sebesar 3,33 persen.

Seri PBS032, dari penawaran masuk sebesar Rp 10,1895 triliun, pemerintah menyerap sebesar Rp 2,35 triliun. Adapun imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 5,019 persen.

Seri PBS029, nominal yang dimenangkan sebesar Rp 2,25 triliun dari jumlah penawaran masuk senilai Rp 15,57 triliun. Adapun besaran imbal hasil rata-rata tertimbang dari sukuk ini sebesar 6,4 persen.

Seri PBS004 mendapatkan penawaran sebesar Rp 5,74 triliun. Namun, pemerintah hanya menyerap sebesar Rp 950 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,44 persen.

Terakhir, seri PBS028 yang akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2046. Dari tawaran masuk sebesar Rp 5,43 triliun, pemerintah memenangkan sebesar Rp 300 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 7,02 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement