EKBIS.CO, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta tujuh BUMN memenangkan tender Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) senilai Rp 200 triliun.
Ketujuh BUMN tersebut antara lain PT Pertamina (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Waskita Karya (Persero), PT Asuransi Jasindo (Persero), PT Rekayasa Industri (Persero).
"Saya sudah membawa direktur utama BUMN-BUMN itu ke BP Migas," katanya pada wartawan seusai Rapat Internal Kementrian BUMN, Selasa (9/10). "Uang itu harus masuk ke dalam negeri," imbuhnya.
Ia mengatakan untuk meningkatkan kualitas BUMN, dirinya pun sudah menunjuk Rekayasa Industri untuk menjadi ketua dari BUMN-BUMN peserta tender. Pasalnya perusahaan tersebut terbukti mampu mengerjakan pekerjaan sektor migas.
"Minggu depan Rekin akan menyerahkan kluster-kluster apa saja yang dapat dikerjakan oleh BUMN," jelasnya. Ia mengatakan setidaknya ada tujuh hingga sembilan kluster yang bisa dikerjakan bersama.
BP Migas selalu mengkoordinasikan kontraktor production sharing (KPS) dalam negeri dan asing yang berada di Indonesia. Semua anggarannya harus lewat BP migas serta persetujuan tendernya.
"Paling tidak sepertiga proyek bisa kita raih. Itu lumayan angkanya bisa sampai Rp 70 triliun," jelasnya.