Rabu 01 Jan 2014 06:42 WIB

Sidomuncul akan Bagikan Deviden Semaksimal Mungkin

Rep: heri purwata/ Red: Damanhuri Zuhri
Dirut PT. Sidomuncul Irwan Hidayat menerima penghargaan Nasional HKI langsung dari Wakil Presiden Prof. Dr. Boediono didampingi oleh Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin.
Foto: dokpri
Dirut PT. Sidomuncul Irwan Hidayat menerima penghargaan Nasional HKI langsung dari Wakil Presiden Prof. Dr. Boediono didampingi oleh Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin.

EKBIS.CO, YOGYAKARTA -- Direktur Utama PT Sidomuncul, Irwan Hidayat mengatakan tahun 2014 akan membagikan deviden kepada pemegang saham semaksimal mungkin.

Saat ini, hasil penjualan saham perdana yang dilakukan mulai November 2013 lalu, PT Sidomuncul memiliki uang kontan Rp 1,5 triliun.

Irwan Hidayat mengemukan hal tersebut kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (31/12). Menurut rencana deviden akan dibagikan April mendatang.

Ketika ditanya berapa besarnya deviden, Irwan tidak mau menjawab. "Saya tidak boleh berbicara berapa besar deviden yang akan dibagikan. Tapi kalau dibagi semaksimal mungkin, saya dapatnya juga banyak," ujarnya.

Menurut rencana, kata Irwan, uang kontan hasil penjualan saham akan dibelikan mesin-mesin yang dapat meningkatkan produksi jamu Sidomuncul. Diharapkan ke depan produksi jamu Sidomuncul akan semakin mendunia.

Sebelum melakukan penjualan saham, Irwan Hidayat mengaku bimbang karena membanyangkan banyak kewajiban yang harus dilakukan.

Dirinya juga sudah membayangkan jika perusahaan publik akan semakin repot. "Seperti membikin laporan keuangan setiap bulannya, dan beli apa-apa harus laporan terlebih dahulu," kata Irwan.

Ia mengaku rencana menjual saham di Bursa Efek sudah didorong ibunya 10 tahun yang lalu. Ia juga sudah berusaha untuk menunda-nundanya sehingga baru akhir tahun 2013 terlaksana.

"Ini karena dorongan ibu saya yang mengharapkan agar perusahaan ini bisa langgeng sampai generasi keempat," ujar Irwan menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement