Sabtu 02 May 2015 18:40 WIB

Begini Cara Mengenali Investasi Bodong (1)

Rep: Dessy Susilawati/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Atasi bocor halus keuangan dengan memotong gaji di awal dan memasukkannya ke kantung tabungan dan investasi.
Foto: Wihdan Hidayat/Republika
Atasi bocor halus keuangan dengan memotong gaji di awal dan memasukkannya ke kantung tabungan dan investasi.

EKBIS.CO, JAKARTA-Saat ini tawaran investasi semakin marak. Apalagi hasil yang diberikan menunjukkan angka yang tinggi. Hal ini membuat siapa saja tertarik.

Namun, menurut Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting, Indra Sjuriah CFP maraknya tawaran investasi dan skema-skemanya justru seharusnya membuat kita harus cermat memilih. Sayangnya kebanyakan orang Indonesia terkadang sudah kepincut ingin cepat kaya, dan ini kadang membuat mereka membenarkan investasi yang aneh-aneh.

“Ketika sudah kena barulah menyesal dan mulai menyalahkan pihak otoritas,” ujarnya kepada Republika Online, Sabtu (2/4).

Indra tidak menyalahkan sifat dasar manusia yang termotivasi oleh fear dan greed. Tapi Indra sendiri ingin memberikan ciri-ciri investasi bodong. “Ini bukan panduan atau holy-grail. Namun setidaknya ini pedoman saya pribadi kalau mau investasi. Karena sebaik dan sepintar apapun, pada akhirnya tidak ada yang sempurna,” ungkapnya.

Beberapa ciri-ciri investasi bodong menurut Indra :

Menjanjikan Imbal Balik Tinggi

Ciri pertama Investasi bodong adalah mereka menjanjikan fixed return / imbal balik lebih tinggi dari deposito bank. Bank yang merupakan institusi resmi saja terkait dengan kebijakan Bank Indonesia. Bunganya pun tergantung suku buka BI. Dikarenakan arah perekonomian secara makro maupun ekonomi sektor riil sangat dipengaruhi oleh suku bunga.

Selain itu, namanya usaha tidak ada yang pasti. Mudah saja kita lihat kinerja suatu perusahaan dimana kita bekerja. Pendapatan perusahaan tidak pasti. Bisa naik bisa turun. Apalagi ketika perusahaan melakukan investasi biasanya memerlukan waktu untuk menghasilkan profit. Kalau investasi bodong, baru invest saja akhir bulan sudah dapat profit. Bagaimana logikanya?

Multi Level Marketing (MLM) Bodong.

Perusahaan MLM yang baik biasanya memiliki produk yang jelas, terdaftar di Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) dan keuntungan diperoleh dari hasil penjualan produk. Kebanyakan perusahaan investasi bodong justru mendapatkan keuntungan bukan dari hasil penjualan produk, melainkan dari masuknya dana segar anggota baru.

Jadi kalau mau bergerak di bidang MLM, pastikan perusahaan tempat Anda bergabung merupakan MLM tulen. Bukan MLM bodong.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement