Kamis 21 Jul 2016 18:41 WIB

Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 5.639 Triliun

Rep: Sonia Fitri/ Red: Dwi Murdaningsih
Pekerja memantau perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. ilustrasi (Republika/ Agung Supriyanto)
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pekerja memantau perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. ilustrasi (Republika/ Agung Supriyanto)

EKBIS.CO, JAKARTA -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membukukan pencapaian positif dengan mencatatkan rekor tertinggi kapitalisasi pasar sepanjang masa. Pada perdagangan Rabu (20/7), kapitalisasi pasar BEI telah menembus Rp 5.639 triliun.

Dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di level Rp 13.100 per dolar AS, maka kapitalisasi pasar BEI telah mencapai 430 miliar dolar AS. Sebelumnya, rekor pencapaian kapitalisasi pasar tertinggi BEI terjadi pada 7 April 2015 dengan jumlah Rp 5.565,92 triliun.

"Pencapaian ini menjadikan Indonesia sebagai pasar emerging market terbesar di Asia Tenggara," kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio dalam siaran pers, Kamis (21/7).

Saat ini kapitalisasi pasar BEI telah melampaui bursa-bursa emerging market di negara Asia Tenggara lainnya seperti Bursa Malaysia sebesar 402 miliar dolar AS, Thailand 400 miliar dolar AS dan Filipina 285 miliar dolar AS.

Sepanjang tahun ini, lanjut dia, kapitalisasi pasar BEI juga telah tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 22,95 persen jika dibandingkan dengan posisi kapitalisasi pasar BEI di akhir tahun lalu sebesar 350 miliar dolar AS.

Persentase kenaikan tersebut adalah yang tertinggi jika dibandingkan dengan bursa-bursa utama dunia. Perbandingannya yakni Filipina 21,54 persen, Thailand 20,20 persen, Taiwan 10,47 persen, Korea Selatan 7 persen, Malaysia 6,67 persen, Singapura 6,30 persen, Australia 5,74 persen, India 3,66 persen, Amerika Serikat 2,74 persen, Jepang -1,54 persen, Hong Kong -5,05 persen, Inggris Raya -5,05 persen dan Cina -11,39 persen.

"Peningkatan kapitalisasi pasar ini juga sejalan dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)," lanjut Tito. IHSG trcatat menembus level psikologisnya dengan ditutup meningkat 1,35 persen atau 69,99 poin ke posisi 5.242,823 poin dibanding penutupan sehari sebelumnya. Sepanjang tahun ini, laju IHSG telah menguat 14,15 persen jika dibandingkan dengan posisi IHSG di akhir 2015 di level 4.593,008 poin.

Sebelumnya pada Rabu (13/7), BEI telah mencatatkan rekor frekuensi perdagangan saham tertinggi sepanjang masa dengan nilai 376.377 kali transaksi. Rekor frekuensi perdagangan saham tertinggi sepanjang masa sebelumnya dibukukan pada 10 Juli 2014 sebesar 373.249 kali transaksi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement