Kamis 04 Apr 2019 10:18 WIB

IHSG Menguat Ikuti Bursa Saham Regional

IHSG dibuka menguat ke posisi 6.489,78

Red: Nidia Zuraya
Sejumlah mahasiswa berada di bawah monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Sejumlah mahasiswa berada di bawah monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

EKBIS.CO, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/4) dibuka menguat mengikuti bursa saham regional Asia yang positif. Diprediksi IHSG akan bergerak variatif sepanjang hari ini.

IHSG dibuka menguat 13,72 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.489,78. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 1,19 poin atau 0,1 persen menjadi 1.023,19.

Baca Juga

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah, mengatakan pergerakan saham hari ini akan dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal terutama terkait perang dagang yang mulai mereda dan juga potensi naiknya harga minyak dunia. IHSG diprediksi akan bergerak variatif hari ini.

"Sentimen pasar di atas yang variatif dapat mendorong IHSG dapat bergerak mixed pada perdagangan saham hari ini," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/4).

Lembaga keuangan internasional yakni Moody's memprediksi ekonomi dunia sangat memungkinkan jatuh dalam resesi jika Amerika Serikat (AS) dan China tidak mencapai kesepakatan perdagangan dalam waktu tiga bulan. Moody’s beralasan sentimen bisnis yang luar biasa rapuh saat ini, merupakan hasil dari pertarungan bea impor yang berlarut-larut antara kedua negara tersebut yang dimulai pada tahun lalu.

Pihak AS dan China sendiri terus melakukan pertemuan untuk membahas perdagangan kedua negara ini. Setidaknya pertemuan tersebut memberikan penafsiran positif bagi pasar. Selain itu, kesepakatan dagang AS-Cina semakin menunjukkan perkembangan positif.

Sementara itu, harga minyak dunia berpotensi menguat seiring sinyalemen dari hasil survei yang dilakukan oleh Reuters menunjukan, produksi minyak Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Maret merupakan yang paling rendah sejak empat tahun lalu.

Pasalnya 14 negara anggota OPEC hanya memompa minyak sebanyak 30,4 juta barel per hari sepanjang Maret atau turun 280.000 barel per hari dibanding Februari.

Pengurangan produksi minyak terbesar dilakukan oleh Arab Saudi. Selain itu, rencana sanksi tambahan yang akan dijatuhkan AS atas program nuklir Iran, berpotensi membuat pasokan minyak akan semakin ketat dalam waktu dekat.

Bursa regional Asia antara lain Indeks Nikkei menguat 64,87 poin (0,3 persen) ke 21.778,08, Indeks Hang Seng menguat 45,78 poin (0,15 persen) ke 30.032,17, dan Straits Times menguat 6,84 poin (0,21 persen) ke posisi 3.318,11.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement