Selasa 12 Apr 2022 15:10 WIB

Bulog Bakal Siapkan 50 Ribu Ton Jagung Pakan Murah untuk Peternak Unggas

Harga jagung untuk pakan ternak di pasaran sekarang lebih dari Rp 5.000 per kg.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya
Petani mengumpulkan hasil panen jagung (ilustrasi). Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan 50 ribu ton jagung pakan murah seharga Rp 4.500 per kg untuk para peternak unggas.
Foto: Antara/Arnas Padda
Petani mengumpulkan hasil panen jagung (ilustrasi). Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan 50 ribu ton jagung pakan murah seharga Rp 4.500 per kg untuk para peternak unggas.

EKBIS.CO, BOGOR -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan 50 ribu ton jagung pakan murah seharga Rp 4.500 per kg untuk para peternak unggas. Bantuan tersebut lantaran tingginya harga jagung saat ini dan membuat biaya produksi telur dan daging ayam ras meningkat.

Direktur Bisnis Bulog, Febby Novita, mengatakan, pihaknya sudah siap untuk menyalurkan bantuan tersebut. Namun, hingga saat ini Bulog masih menunggu data detail mengenai ketersediaan jagung yang siap untuk dibeli oleh Bulog.

Baca Juga

"Aturannya seperti itu. Harga jagung di pasaran sekarang lebih dari Rp 5.000 per kg, kita jual peternak Rp 4.500 per kg, selisihnya nanti akan disubsidi dari dana CSHP (cadangan stabilisasi harga pangan)," kata Febby saat ditemui di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (12/4/2022).

Febby mengatakan, belum dapat memastikan seberapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk subsidi jagung. Itu tergantung pada harga beli jagung yang nantinya akan diserap Bulog dan kesepakatan anggaran dari pemerintah.

Adapun sejauh ini, Febby mengaku bantuan jagung pakan itu diperuntukkan bagi peternak ayam layer. Namun, tidak menutup kemungkinan juga diberikan kepada peternak broiler.

Itu berkaca dari program bantuan jagung 30 ribu ton tahun lalu yang khusus diberikan kepada peternak layer. Saat itu, kata Febby, akibat sasaran penerima yang dibatasi membuat kualitas jagung menurun karena terlalu dalam dalam penyimpanan.

"Maka harusnya (bantuan) juga bisa untuk peternak (broiler) dan lainnya," kata Febby.

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Ismail Wahab, memastikan pasokan jagung saat ini melimpah. Ia mengklaim rata-rata produksi bulanan pada Maret-April 2022 sekitar 2-3 juta ton.

Produksi itu, kata dia, dua kali lipat dari kebutuhan. "Seharusnya kalau produksi banyak harga turun. Kami juga sempat berpikir kok produksi banyak tapi harga tidak turun-turun. Tapi kami fokus pada ketersediaan sesuai ranah," katanya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, mengatakan, untuk saat ini bantuan jagung pakan itu belum saatnya untuk diberikan. Pasalnya, harga ayam maupun telur ayam ras masih cukup tinggi sehingga peternak sedang menikmati keuntungan yang cukup.

Bantuan akan diberikan ketika harga daging maupun telur ayam ras mulai jatuh kembali namun biaya produksi masih tetap tinggi. Situasi itu tentunya akan menekan usaha peternakan unggas sehingag pemerinah akan langsung menyalurkan bantuan tersebut melalui Bulog.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement