Selasa 27 Sep 2022 22:21 WIB

Indonesia Diyakini Masuk Lima Ekonomi Terbesar Dunia Lebih Cepat

Wamen BUMN menyebut kunci Indonesia jadi lima terbesar adalah transisi hijau

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 Indonesia diyakini bisa mencapai lima besar ekonomi dunia lebih cepat dari 2045. Wakil Menteri BUMN Republik Indonesia Pahala Mansury menekankan pentingnya program seperti Global Future Fellows (GFF) oleh Pijar Foundation 2022 yang bertema Safeguarding Indonesia’s Energy Transition.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Indonesia diyakini bisa mencapai lima besar ekonomi dunia lebih cepat dari 2045. Wakil Menteri BUMN Republik Indonesia Pahala Mansury menekankan pentingnya program seperti Global Future Fellows (GFF) oleh Pijar Foundation 2022 yang bertema Safeguarding Indonesia’s Energy Transition.

EKBIS.CO,  JAKARTA -- Indonesia diyakini bisa mencapai lima besar ekonomi dunia lebih cepat dari 2045. Wakil Menteri BUMN Republik Indonesia Pahala Mansury menekankan pentingnya program seperti Global Future Fellows (GFF) oleh Pijar Foundation 2022 yang bertema Safeguarding Indonesia’s Energy Transition.

"Indonesia memiliki target untuk menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar pada 2045, saya percaya bahwa kita dapat melakukannya lebih awal dari itu," katanya.

Kuncinya terletak pada transisi hijau, khususnya dekarbonisasi sektor ekonomi dan transisi energi, untuk mempercepat pencapaian target. Indonesia harus membangun generasi penerus yang kompeten untuk tujuan tersebut.

Global Future Fellows (GFF) oleh Pijar Foundation resmi dibuka pada Selasa (27/9) di Sofitel Nusa Dua, Bali. Rangkaian GFF dimulai dengan residensi selama lima hari yang mengumpulkan 36 pemain strategis, yang kemudian disebut dengan GFFellows.

Adapun Fellows yang berpartisipasi pada program ini datang dari berbagai lokasi di Indonesia. Mulai dari Jakarta, Makassar, Sumba, sampai Yogyakarta. Para GFFellows mewakili hampir 30 organisasi di sektor energi dengan tujuan menjaga proses transisi yang adil dan inklusif.

Selain para GFFellows yang beragam, GFF juga menghadiri pembicara dari berbagai lokasi, seperti Australia dan Selandia Baru. GFF merupakan program fellowship yang bertujuan mendorong sinergi antara sektor publik, privat, dan komunitas dalam proses transisi energi. 

Hasil utama yang diharapkan adalah Rencana Aksi Bersama atau Action Roadmap yang bersifat praktis untuk memimpin beragam pemain kunci ke arah yang sama dalam transisi energi.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Kementerian Investasi, Kementerian Investasi Republik Indonesia Indra Darmawan menyampaikan, transisi hijau adalah proses holistik yang membutuhkan keterlibatan dari semua pihak. Mulai dari level individu, bisnis, serta pemerintah.

"Dengan adanya sinergi antar target-target dan rencana jangka panjang Indonesia, kita dapat berkontribusi untuk masa depan yang berkelanjutan untuk semua," katanya.

Energi dapat menciptakan peluang transformasi. Transisi energi bersih di Indonesia adalah kunci untuk mendiversifikasi ekonomi dan menciptakan pertumbuhan negara yang merata.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement