Kamis 29 Sep 2022 16:06 WIB

Kinerja Diproyeksi Moncer, Simak Rekomendasi Analis untuk Saham PGAS

Analis Mirae Asset merekomendasikan BUY dengan target harga tinggi untuk saham PGAS

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mendapat rekomendasi beli dari analis. Hal ini seiring dengan kinerja perseroan yang diproyeksi tumbuh positif sepanjang tahun ini dan bakal terus berlanjut di tahun depan.
Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mendapat rekomendasi beli dari analis. Hal ini seiring dengan kinerja perseroan yang diproyeksi tumbuh positif sepanjang tahun ini dan bakal terus berlanjut di tahun depan.

EKBIS.CO,  JAKARTA -- Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mendapat rekomendasi beli dari analis. Hal ini seiring dengan kinerja perseroan yang diproyeksi tumbuh positif sepanjang tahun ini dan bakal terus berlanjut di tahun depan.

"Kami menaikkan rekomendasi kami menjadi Buy for PGAS dengan target harga yang lebih tinggi yaitu Rp 2.100 dari sebelumnya Rp1.700 per saham," kata Analis Mirae Asset Sekuritas Juan Harahap dalam risetnya dikutip Kamis (29/9). 

PGAS mencatat pendapatan di semester pertama 2022 sebesar 1,7 miliar dolar AS atau tumbuh 18,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (YoY). Hasil kinerja tersebut, sesuai dengan perkiraan Mirae Asset dan konsensus masing-masing di 50,7 persen dan 50,4 persen. 

Pertumbuhan pendapatan di semester I/2022 terutama disumbang oleh pendapatan yang lebih tinggi dari distribusi gas serta penjualan minyak 

mentah dan gas alam sebesar 4,4 persen dan 76,9 persen YoY. 

Selain itu, kenaikan segmen penjualan minyak mentah dan gas bumi didorong oleh lifting hulu yang lebih tinggi sebesar 5,2 MMBOE, tumbuh 26,6 persen YoY. Pertumbuhan pendapatan juga didukung kenaikan harga jual rata-rata (ASP) dan harga minyak mentah global.

Sejalan dengan meningkatnya pendapatan, laba bersih PGAS di semester pertama 2022 nuga tumbuh 21,4 persen menjadi 239 juta dolar AS YoY. Pencapaian laba bersih ini berada di atas perkirakaan Mirae Asset dan konsensus.

Perolehan laba didorong oleh ekspansi margin di kuartal kedua 2022 terutama karena tingkat segmen distribusi gas yang lebih tinggi. Sehingga, spread gas lebih tinggi sebesar 2,1 dolar AS per MMBTU.

Juan merevisi perkiraan pendapatan PGAS di tahun ini dan tahun 2023 masing-masing sebesar 2,7 persen dan 1,9 persen, didukung oleh asumsi harga minyak yang lebih tinggi masing-masing sebesar 102 dolar AS per barel dan 90 dolar AS per barel.

"Kami juga menyesuaikan margin spread kami menyusul kinerja yang kuat dari segmen distribusi gas di kuartal II 2022. Oleh karena itu, kami memperkirakan laba bersih masing-masing akan mencapai 416 juta dolar AS pada 2022 dan 422 juta dolar AS di 2023," terang Juan.

Sejak awal tahun, harga saham PGAS telah mengalami penguatan sebesar 25,09 persen. Meski demikian, dalam satu bulan terakhir saham PGAS banyak mengalami koreksi. Saat ini PGAS bergerak direntang 1.710 - 1.775.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement