Jumat 02 Dec 2022 09:58 WIB

IHSG Masih Rawan Koreksi, Cek Rekomendasi Saham Cuan Jelang Liburan

IHSG rawan koreksi setelah dibuka melemah setelah ambles Kamis kemarin

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Jumat (2/12). IHSG turun meninggalkan level psikologis 7.000 ke level 6.970.10 setelah ditutup terkoreksi pada perdagangan kemarin.
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Jumat (2/12). IHSG turun meninggalkan level psikologis 7.000 ke level 6.970.10 setelah ditutup terkoreksi pada perdagangan kemarin.

EKBIS.CO, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Jumat (2/12). IHSG turun meninggalkan level psikologis 7.000 ke level 6.970.10 setelah ditutup terkoreksi pada perdagangan kemarin. 

IHSG diperkirakan masih berpeluang mengalami penurunan terbatas pada hari ini. Potensi pelemehan ini disebabkan karena IHSG yang berada dalam pola triangle, dari candle inside day & di atas support line. Meski demikian, IHSG masih berada dalam trend bullish, selama di atas 6.995. 

Secara teknikal, Indikator MACD bullish, stochastic netral, di atas support 6.980, candle inside day. IHSG masih berpeluang rebound dengan target 7.091 (tercapai), 7.135, 7.280 jika bisa ditutup harian di atas 6.980. Namun jika gagal, indeks rawan menuju 6.958, 6.894. 

“Perkiraan level resistance pada perdagangan hari ini di 7.081, 7.107, 7.135, 7.220 dengan support 6.990, 6.955, 6.910, 6.887. Perkiraan range pada Jumat (2/12) di rentang 6.970 - 7.070,” kata Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar dalam risetnya, Jumat (2/12).

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, hampir semua bursa Asia Pasifik mengalami kenaikan mengikuti penguatan bursa AS yang signifikan pada malam sebelumnya. Kenaikan yang cukup signifikan dicatat oleh Hang Seng dan Shenzen Index.

Indonesia melaporkan inflasi sebesar 5,42 persen  year-on-year (YoY) pada November 2022, di bawah ekspektasi. Korea Selatan mencatat defisit neraca perdagangan sebesar 7,01 miliar dolar AS untuk November 2022, lebih buruk dari perkiraan. 

Dari AS, Dow Jones Industrial Average mencatat pelemahan 0,56 persen begitu juga dengan S&P 500 yang terkoreksi tipis 0,09 persen. Sementara itu, Nasdaq menguat 0,13 persen.

Menurut Maxi, investor menunggu data ketenagakerjaan yang akan rilis pada hari ini. Data ini dapat menentukan tingkat pengetatan suku bunga the Fed di masa depan.

Berikut merupakan enam saham pilihan BNI Sekuritas untuk perdagangan Jumat (2/12): 

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Resist: 9.100, 9.250, 9.400, 9.600. 

Support: 8.875, 8.775, 8.550, 8.350. 

Rekomendasi: BUY 8.900- 9.000 target 9.200, 9.400. Stop loss di bawah 8.775.

2. PT  Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 

Resist: 1.920, 1.945, 1.965, 1.995. 

Support: 1.890, 1.865, 1.825, 1.780. 

Rekomendasi: BUY 1.870- 1.890, target 1.920, 1.945. Stop loss di bawah 1.820.

3. PT Indika Energy Tbk (INDY)

Resist: 2.950, 3.000, 3.100, 3.200. 

Support: 2.870, 2.825, 2.750, 2.650. 

Rekomendasi: BUY 2.870- 2.900 target 2.950, 3.000. Stop loss di bawah 2.800.

4. PT Elnusa Tbk (ELSA)

Resist: 338, 346, 354, 360. 

Support: 326, 318, 313, 305. 

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target 340, 350. Stop loss di bawah 318.

5. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Resist: 2.060, 2.090, 2.140, 2.200. 

Support: 2.020, 1.980, 1.940, 1.840. 

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target 2.060, 2.100. Stop loss di bawah 1.960

6. PT XL Axiata Tbk (EXCL)

Resist: 2.280, 2.320, 2.370, 2.400. 

Support: 2.220, 2.180, 2.130, 2.060. 

Rekomendasi: AKUMULASI BUY target 2.320, 2.350. Stop loss di bawah 2.180.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement