Jumat 09 Dec 2022 20:01 WIB

Sektor Pergudangan Pulih, Pelaku Industri Didorong Perbarui Manajemen Rantai Pasok

Karakteristik sistem logistik saat ini harus gesit.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Truk angkutan barang melintas di ruas Tol Cipali, Jawa Barat. ilustrasi  (Republika/Wihdan)
Foto: Republika/ Wihdan
Truk angkutan barang melintas di ruas Tol Cipali, Jawa Barat. ilustrasi (Republika/Wihdan)

EKBIS.CO,  JAKARTA -- Kinerja industri transportasi dan pergudangan mulai pulih. Bahkan mencatatkan pertumbuhan hingga 25,81 persen year on year (yoy) pada kuartal III 2022.

Maka, pelaku industri nasional didorong agar dapat memperbarui manajemen rantai pasok. Khususnya dalam memperkuat sistem logistik lewat teknologi. 

Baca Juga

Perusahaan logistik DB Schenker menilai, karakteristik sistem harus gesit, sehingga perpindahan barang dan komoditas kepada konsumen menjadi lebih efisien, tepat waktu, dan memiliki nilai tambah lebih tinggi. Pergeseran menuju ekonomi digital pun menjadi salah satu terobosan mendasar dalam beberapa tahun terakhir, yang turut berdampak signifikan ke manajemen rantai pasok. 

President Director DB Schenker Indonesia Victor Lim mengatakan, perubahan itu tidak hanya terjadi di sektor ritel, sebagai usaha yang banyak terdampak dari adaptasi transaksi digital masyarakat, tetapi juga di berbagai industri lain, sekali pun perubahannya mungkin tidak terlalu pesat.

"Memanfaatkan momentum tersebut, kami mendorong pelaku industri di berbagai bidang untuk memperbarui strategi rantai pasok supaya dapat mengakomodasi pengiriman yang lebih cepat dan fleksibel. Dengan 150 tahun pengalaman di tingkat global, DB Schenker memahami jelas dampak dari sistem logistik gesit berkontribusi menumbuhkan industri dan ekonomi nasional dalam jangka panjang," tuturnya dalam siaran pers, Jumat (9/12/2022).

Meski begitu, kata dia, pengejawantahannya perlu didukung oleh inovasi teknologi, solusi berkelanjutan, dan aset sumber daya manusia berpengalaman untuk membuat servisnya relevan. "Maka, penting supaya menawarkan servis logistik yang terintegrasi, dengan solusi lintas moda sebagai sebagian cara dalam mendorong transparansi serta efisiensi layanan,” tuturnya.

Lewat penerimaan yang stabil dari Penanaman Modal Asing (PMA), lanjutnya, pemerintah Indonesia telah membangun infrastruktur, yang memungkinkan interkoneksi jalur domestik dan internasional untuk mencapai pelosok Indonesia. “Dengan perluasan jaringan transportasi tersebut, saat ini kargo dapat dikirimkan melalui beragam pilihan moda untuk kebutuhan dalam negeri. Dalam operasionalnya, DB Schenker Indonesia sendiri turut mengakomodasi integrasi layanan transportasi dan pergudangan lewat jalur darat (termasuk penggunaan moda kereta), laut, maupun udara," jelas dia.

Ia menilai, dampaknya pelaku industri semakin punya pilihan yang beragam dalam memutuskan moda apa yang dapat memenuhi kebutuhan mereka dalam menghemat biaya, mengurangi waktu transit secara lebih baik. Sekaligus memastikan produk terkirim tepat waktu.

Walau strategi logistik multimoda ini dapat memberikan hasil yang positif, sambungnya, tetapi implementasinya sangat bergantung pada teknologi. Sebab itu, DB Schenker di Indonesia menggunakan sistem manajemen transportasi (TMS) yang maju untuk melacak kargo yang dikirimkan lewat darat, laut, atau udara. 

Perusahaan juga melengkapi kontainer pengiriman dan truk dengan sensor Internet of Things (IoT) untuk menyimpan semua data pengiriman secara sistematis. Termasuk, informasi tentang posisi, suhu, kelembaban, dan insiden yang berkaitan dengan cahaya atau getaran selama di perjalanan.

Teknologi ini memungkinkan DB Schenker meningkatkan transparansi lewat pelacakan data secara real-time terkait lokasi maupun moda transportasi yang digunakan. Maka, hal ini akan meningkatkan keamanan dan kualitas pengiriman produk, termasuk yang berasal dari maupun menuju wilayah paling terpencil di Indonesia.

Victor mengatakan, selama beberapa tahun terakhir, DB Schenker telah berinvestasi besar-besaran untuk solusi logistik berkelanjutan, guna mencapai nol emisi karbon pada 2040. Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan oleh DB Schenker adalah VoloDrone, yakni drone elektrik dan bebas emisi, yang dapat mengangkut kargo bermuatan berat hingga 200 kilogram untuk jarak sejauh 40 kilometer. 

DB Schenker berharap, VoloDrone dapat menjadi bagian dari alternatif solusi yang dapat diterapkan di Indonesia pada masa mendatang. “150 tahun lalu, kami merevolusi industri transportasi dan pergudangan dengan menjadi perusahaan logistik pertama yang mengonsolidasikan pengiriman antar moda. Kini, menjadi ambisi DB Schenker untuk sekali lagi merevolusi industri transportasi dan pergudangan lewat implementasi solusi logistik hijau. Kami percaya diri, langkah ini menjadi kontribusi kami untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keberlanjutan di Indonesia,” jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement