Rabu 07 Feb 2024 23:12 WIB

SKK Migas Kawal Pengembangan LNG Abadi di Blok Masela

Dwi juga menegaskan pentingnya Proyek LNG Abadi dalam konteks transisi energi.

Red: Ahmad Fikri Noor
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto
Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto

EKBIS.CO,  AMBON -- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan akan terlibat langsung dalam pengembangan, pelaksanaan dan pengelolaan LNG pada Lapangan Abadi Blok Masela di Maluku.

“SKK Migas tidak hanya akan berperan sebagai pengawas, melainkan akan terlibat secara langsung dalam pelaksanaan proyek setelah Final Investment Decision (FID). Kami akan menjaga kualitas dan integritas proyek ini, sekaligus memastikan bahwa semua tahapan pengembangan Proyek LNG Abadi berjalan sesuai rencana,” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Rabu (7/2/2024).

Baca Juga

Hal itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Abadi LNG Project Overview and Updates antara SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) INPEX Masela Ltd.

Dwi juga menegaskan pentingnya Proyek LNG Abadi dalam konteks transisi energi di Indonesia serta mencapai target produksi gas sebesar 12 BSCFD (miliar standar kaki kubik per hari) pada tahun 2030.

“Kami minta semua pihak yang terlibat untuk memfokuskan upaya dan melaksanakan tugas dengan penuh komitmen guna memastikan proyek ini dapat mencapai tahap onstream sesuai jadwal yang ditetapkan, yakni pada kuartal IV 2029,” kata dia.

LNG sendiri merupakan gas bumi yang telah didinginkan sampai suhu minus 162 derajat celsius, mengubahnya dari gas menjadi bentuk cair dan mengurangi volumenya sampai 600 kali lebih kecil. Proses inilah yang membuat gas bumi jadi lebih mudah untuk disimpan dan didistribusikan.

Dengan LNG, emisi CO2 dapat berkurang sekitar 25 persen, emisi NOX berkurang 90 persen, tidak ada emisi sulfur, debu, dan partikel lain. Meski sekilas namanya tampak sama, ternyata perbedaan LNG dan LPG sangatlah besar. Tak hanya dari sisi singkatan, fungsi dan LNG dan LPG cukup berbeda.

LNG adalah gas alam yang diubah menjadi cair dengan cara didinginkan hingga minus 161 derajat celsius dan secara fungsi digunakan sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik dan bahan baku industri.

Sedangkan Liquified Petroleum Gas (LPG) adalah jenis gas bumi yang bentuk aslinya telah cair dan sifatnya amat mudah terbakar. Fungsi dari LPG biasanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga seperti memasak.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement