Jumat 15 Mar 2024 10:34 WIB

Harga Emas Bergerak Melemah, Ini Penyebabnya

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April tercatat menurun 13,30 dolar AS.

Red: Ahmad Fikri Noor
Ilustrasi emas batangan murni.
Foto: ANTARA/Shutterstock/aa. (Shutterstock/Oleksan
Ilustrasi emas batangan murni.

EKBIS.CO,  JAKARTA -- Harga emas berjangka di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange menurun pada Kamis (14/3/2024) atau Jumat pagi WIB karena indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi (US Treasury) mengalami kenaikan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April tercatat menurun 13,30 dolar AS atau 0,68 persen menjadi ditutup pada 2.167,50 dolar AS per ounce.

Baca Juga

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis bahwa indeks harga produsen (consumer price index/CPI) AS, yang melacak inflasi sebelum mencapai konsumen, naik 0,6 persen di Februari dan meningkat dari kenaikan 0,30 persen di Januari. Indeks naik 1,6 persen secara year on year (yoy) di Februari, tertinggi sejak September lalu.

Kenaikan inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan mendorong indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi, yang bearish (situasi di mana harga suatu aset diprediksi akan turun) bagi emas.

Data ekonomi lain yang dirilis pada Kamis (14/3) beragam. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah orang AS yang mengajukan tunjangan pengangguran turun 1.000 menjadi 209 ribu pada pekan yang berakhir 8 Maret, di bawah ekspektasi pasar sebesar 218 persen.

Kemudian, Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel AS naik disesuaikan musiman (seasonally adjusted) sebesar 0,6 persen pada Februari dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Ekonom memperkirakan kenaikan 0,8 persen.

Selain itu, Federal Reserve (The Fed) akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter The Fed) pada 19 dan 20 Maret.

Terkait logam mulia perak, untuk pengiriman Mei menurun 9,60 sen atau 0,38 persen menjadi ditutup pada 25,06 dolar AS per ounce. Harga platinum untuk pengiriman April menurun 9,20 dolar AS atau 0,97 persen ditutup menjadi 935,70 dolar AS per ounce.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement