Senin 19 Dec 2016 18:02 WIB

Ini Dia Barang Belanjaan Gubernur BI yang Dibayar Pakai Uang Baru

Red: Andi Nur Aminah
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memlakukan pembelian menggunakan uang rupiah baru saat peluncuran uang baru di Blok M Square, Jakarta, Senin (19/12).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memlakukan pembelian menggunakan uang rupiah baru saat peluncuran uang baru di Blok M Square, Jakarta, Senin (19/12).

EKBIS.CO, JAKARTA -- Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardoyo menyempatkan diri berbelanja sejumlah barang di Blok M Square, Senin (19/12). Di mall tersebut, ia sekaligus melakukan sosialiasasi uang baru. Agus dalam kesempatan itu, berbelanja pakaian gamis, batik, kopiah, dompet dan kerajinan perak. Semua uang yang dia bayar menggunakan uang rupiah baru.

"Ini rupiah baru sudah bisa digunakan dan berlaku di seluruh Indonesia. Tapi uang rupiah lama juga masih berlaku, sampai nanti ada pengumuman resmi dari BI tentang pencabutan uang rupiah lama," kata Agus kepada Veti Rahmawati seorang penjual pakaian gamis.

Veti mengaku terkejut dengan kedatangan Agus. Wanita berusia 43 tahun itu juga mengaku belum tahu-menahu soal 11 pecahan uang rupiah baru yang diresmikan Presiden Jokowi Senin. "Tidak tahu, tiba-tiba datang pejabat dengan pengawalan, dikira siapa," ujar Veti.

Veti mengaku bagus juga uang baru saat ini yang semuanya ada gambar pahlawan. "Kita jadi tahu pahlawan-pahlawan nasional, setiap melihat uang baru," tambahnya.

Agus yang didampingi Deputi Gubernur BI Ronald Waas, yang juga berpakaian putih-hitam, mengakhiri kunjungannya ke Blok M dengan membeli kerajinan perak. Agus membeli miniatur becak berbahan perak seharga Rp 300.000. Miniatur itu dibuat di Kotagede, Yogyakarta.

Total blusukan Agus yang disertai belanja pada hari menghabiskan dana Rp 1,21 juta, yang terdiri dari pakaian gamis seharga Rp 400 ribu, pakaian batik Rp 150 ribu, peci Rp 110 ribu, dompet Rp 250 ribu dan kerajinan perak Rp 300 ribu. Semua barang itu dibayar dengan uang rupiah baru.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement