Sabtu 03 Aug 2019 06:15 WIB

Pemilu Jadi Faktor Lesunya Pertumbuhan Industri Manufaktur

Pemerintah berupaya menggenjot sektor industri manufaktur sedang dan besar ke depan.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Friska Yolanda
Ilustrasi Manufaktur
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi Manufaktur

EKBIS.CO, JAKARTA -- Direktur Jenderal Industri Logam, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Harjanto menyatakan, pemilu jadi salah satu faktor penyebab turunnya pertumbuhan industri manufaktur di Kuartal II 2019. Meski dia mengakui, masih banyak faktor lainnya yang mempengaruhi itu.

“Banyak hal (yang mempengaruhi), salah satunya Pemilu (2019),” kata Hardjanto kepada Republika.co.id, di Jakarta, Jumat (2/8).

Baca Juga

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri manufaktur sedang dan besar adalah 3,62 persen. Sedangkan di Kuartal II 2018, pertumbuhan tersebut mampu mencapai 4,36 persen, dan 2017 di angka 3,89 persen. Artinya, pertumbuhan tersebut terpantau lesu dalam kurun tiga tahun terakhir.

Kendati demikian terkait faktor-faktor lainnya yang menyebabkan lesunya pertumbuhan tersebut, dia enggan menjabarkan lebih detail. Yang jelas menurut Harjanto, pemerintah akan berupaya menggenjot pertumbungan sektor industri manufaktur sedang dan besar ke depannya.

Dia juga optimistis pertumbuhan sektor manufaktur sedang dan besar akan meningkat dengan memanfaatkan kondisi perang dagang. Menurut dia, Indonesia dapat mengambil peluang dari perang dagang untuk terus meningkatkan investasi, terutama di sektor industri.

“Ya kita berharap dengan adanya trade war, investasi ada banyak masuk dari dalam negeri. Nah ini kan ada proses recovery di industri dalam negeri yang kita harap bisa menopang produksi di dalam negeri,” kata dia.

Sebagai catatan, berdasarkan rilis BPS penyebab lesunya pertumbuhan industri manufaktur sedang dan besar akibat adanya penurunan produksi di sejumlah jenis industri manufaktur. Sektor industri tersebut antara lain barang logam, bukan mesin, dan barang peralatan menjadi jenis produksi yang paling signifikan penurunannya. Tercatat penurunan lesu sektor tersebut pada kuartal II Juni yaitu hingga 21,46 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement