Kamis 11 Aug 2022 22:31 WIB

Menteri Basuki Pastikan akan Ada Dampak Ekonomi dari WWF 2024

Ada 100 ribu orang tinggal di Bali selama sepekan dapat meningkatkan ekonomi.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan gelaran World Water Forum (WWF) 2024. Indonesia akan menjadi tuan rumah WWF ke 10 yang akan digelar di Bali pada 2024.
Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan gelaran World Water Forum (WWF) 2024. Indonesia akan menjadi tuan rumah WWF ke 10 yang akan digelar di Bali pada 2024.

EKBIS.CO,  JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan gelaran World Water Forum (WWF) 2024. Indonesia akan menjadi tuan rumah WWF ke 10 yang akan digelar di Bali pada 2024. 

"Manfaat dari ini tidak hanya sebagai penyelenggara WWF, tapi ada 100 ribu orang tinggal di Bali selama sepekan juga dapat meningkatkan ekonomi kita," kata Basuki dalam acara 2nd Announcement World Water Forum di Gedung Kementerian PUPR, Kamis (11/8/2022). 

Baca Juga

Basuki menjelaskan WWF 2024 akan mengajak semua pihak untuk bertanggung jawab dalam pengelolaan air. Dia menegaskan APBN sudah disiapkan untuk pengelolaan air dan peserta WWF juga akan berkontribusi. 

"Bukan berarti tidak butuh sponsor. Yang pasti semua harus bertangung jawab pada pengelolaan air tidak hanya memangaatkan Kementerian PUPR saja," jelas Basuki. 

Kementerian PUPR masih mengajak berbagai pihak terkait untuk menentukan tema yang akan dibahas dalam WWF 2024. Meskipun begitu sejumlah tema sudah disiapkan yang berkaitan dengan tiga aktor utama sumber daya air. 

Aktor tersebut yakni masyarakat yang memerlukan akses air bersih yang layak. Lalu pemerintah yang memberikan pelayanan publik dan sektor seasta yang mengutamakan profit. 

Sementara itu, Pendiri Indonesian Water Institute Firdaus Ali mengatakan WWF 2024 bukan acara Kementerian PUPR namun peran semua pihak dalam mengupayakan pengelolaan air yang lebih baik. Firdaus menyebut tantangan saat ini yang muncul yaitu bagaana menyediakan pemenuhan kebutuhuan air sekaligus melindungi 7,8 miliar populasi di Bumi. 

"Bagaimana hari ini di kawasan Asia sebanyak 300 juta jiwa tidak punya akses ke sektor air bersih. Apalagi kita di Indonesia, capaia air bersih kita masih 21 persen saja," ujar Firdaus.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement