Rabu 28 Sep 2022 19:28 WIB

Imbal hasil Obligasi Jepang Naik ke Level Tertinggi Sejak 2015

Pasar obligasi global berada di bawah tekanan.

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya
Bank of Japan/Bank Sentral Jepang
Foto: AP Photo/Shizuo Kambayashi
Bank of Japan/Bank Sentral Jepang

EKBIS.CO,  TOKYO -- Imbal hasil obligasi 20-tahun Jepang naik ke level tertinggi sejak 2015. Hal ini dikarenakan pasar surat utang global berada di bawah tekanan yang meningkat pada ekspektasi pengetatan kebijakan moneter.

Seperti dilansir dari laman Bloomberg, Rabu (28/9/2022) hasil pada sekuritas juga naik setelah Bank of Japan mengumumkan operasi pembelian obligasi yang tidak terjadwal, naik empat basis poin menjadi 1,03 persen. Hasil benchmark 10-tahun naik 0,5 basis poin menjadi 0,25 persen, batas atas kisaran perdagangan yang ditanggung BOJ di bawah kebijakan kontrol kurva imbal hasil.

Baca Juga

Obligasi yang disebut super-long lebih rentan dialihkan ke utang luar negeri karena berada di luar area kendali kurva BOJ. Sementara penjualan utang 40 tahun Selasa (27/9/2022) menarik permintaan yang kuat, kekhawatiran tetap bahwa kehadiran bank sentral di pasar utang mencegah perdagangan arbitrase antara obligasi tunai dan berjangka, memperburuk volatilitas pasar.

Ahli Strategi di SMBC Nikko Securities Inc. di Tokyo Ataru Okumura mengatakan dampak dari pembelian utang BOJ yang tidak terjadwal hanya akan hilang jika imbal hasil obligasi di luar negeri terus meningkat.

“Menjadi semakin sulit untuk menggunakan futures, lindung nilai sebelum dan sesudah lelang obligasi, yang mengakibatkan peningkatan volatilitas seiring dengan pengurangan volume dan likuiditas,” ujarnya.

Kesenjangan antara obligasi tunai dan berjangka telah melebar dalam beberapa minggu terakhir dan sekarang tertinggi dalam tiga bulan. Pada Juni, pembelian BOJ atas sekuritas termurah dikirim memberikan pukulan bagi perdagangan arbitrase yang melibatkan obligasi dan berjangka, yang mengarah pada apa yang disebut kenaikan basis.

Dalam operasi pembelian utang tak terjadwal Selasa, bank sentral membeli 150 miliar yen (1,04 miliar dolar AS) surat utang dan 100 miliar yen obligasi 10 hingga 25 tahun selama lima hingga 10 tahun. BOJ juga melakukan operasi pembelian utang tanpa batas yang menargetkan sekuritas terkait berjangka dan catatan 10 tahun, tetapi tidak pinjaman super panjang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement