Sabtu 28 Jan 2023 22:36 WIB

SKK Migas Pasang Target Investasi 15,5 Miliar Dolar AS Tahun Ini

Target ini naik 26 persen dari realisasi tahun 2022.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (kiri) di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mentargetkan negara bisa mengantongi investasi sebesar 15,5 miliar dolar AS pada tahun ini.
Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (kiri) di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mentargetkan negara bisa mengantongi investasi sebesar 15,5 miliar dolar AS pada tahun ini.

EKBIS.CO,  JAKARTA -- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mentargetkan negara bisa mengantongi investasi sebesar 15,5 miliar dolar AS pada tahun ini. Target ini naik 26 persen dari realisasi tahun 2022.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipt menjelaskan, kondisi global yang masih tak terprediksi memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, kenaikan harga minyak dunia dan respons global membawa optimisme pada industri hulu migas.

Baca Juga

"Salah satu langkah untuk mendongkrak investasi migas adalah dengan eksplorasi. Pada 2022 kemarin menunjukan sinyal positif dengan meningkatnya investasi di sisi eksplorasi sebanyak 112 persen," ujar Dwi dalam keterangan resminya, Sabtu (28/1/2023).

Dwi berharap sinyal positif ini mampu ditangkap para KKKS sebagai operator migas di Indonesia. SKK berkomitmen mendukung penuh para KKKS untuk membangun industri hulu migas di Indonesia.

"Kami berharap SKK Migas dan KKKS dapat memiliki arah gerak yang sama, dalam kapal yang sama untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi untuk mencapai target 2023," tambah Dwi.

Target yang dipasang Indonesia dalam investasi hulu migas ini bahkan lebih tinggi 6,5 persen dari investasi global. Kenaikan Investasi tersebut sebagai bukti nyata bahwa perubahan itu telah ada, untuk membawa kembali kebangkitan industri hulu migas untuk mencapai titik baru dengan produksi minyak dan gas terbesar sepanjang masa pada 2030.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement