Ahad 25 Jun 2023 14:22 WIB

Pantau Harga Bapok di Karawang, Wamendag: Masih Terkendali

Tak hanya stok barang tersedia, kondisi harga juga relatif terkendali.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Warga melakukan pembayaran digital di Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (7/3/2023).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Warga melakukan pembayaran digital di Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (7/3/2023).

EKBIS.CO,  JAKARTA -- Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menegaskan, stok barang kebutuhan pokok (bapok) di Karawang, Jawa Barat, terpantau aman jelang Idul Adha 1444 Hijriyah. Tak hanya stok barang tersedia, kondisi harga juga relatif terkendali. Hal ini diungkapkan Jerry saat mengunjungi Pasar Johar di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (24/6/2023). Pada kunjungan tersebut, Jerry turut didampingi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dan Wakil Kepala Bulog Kabupaten Karawang Mustika.

”Hari ini saya meninjau dan melihat langsung kondisi pasar terbaik ketiga di Jawa Barat ini. Begitu dicek, harga bapok relatif stabil. Harga telur justru turun dan minyak goreng Minyakita juga masih sesuai harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 15.500 per kg atau Rp 14 ribu per liter,” kata Jerry melalui keterangan pers.

Baca Juga

Berdasarkan pantauan, harga bapok di Pasar Johar tercatat yakni beras medium Rp 11 ribu—Rp 12 ribu per kg, beras premium Rp 13 ribu per kg, bawang putih honan Rp 40 ribu per kg, bawang merah Rp 42 ribu per kg, cabai merah keriting Rp 35 ribu per kg, cabai merah besar Rp 40 ribu per kg, gula pasir Rp 15 ribu per kg, minyak goreng kemasan premium Rp 18 per liter, daging ayam Rp 44 ribu per kg, dan tepung terigu Rp 11 ribu per kg.

Jerry mengungkapkan, kondisi stok bapok aman merupakan salah satu bentuk hasil kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah, baik pemerintah kota, pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi.

“Kami tadi berdiskusi dengan para pedagang untuk memastikan apa yang mereka dapat sesuai dengan apa yang mereka jual. Meskipun ada sedikit fluktuasi harga di beberapa komoditas, menjelang Idul Adha ini harga bapok relatif masih stabil,” ujar Jerry.

Jerry juga menyaksikan transaksi dagang di Pasar Johar menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS lebih praktis bagi para pedagang dan pembeli di pasar.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan, di beberapa toko dan kios di pasar rakyat sudah menggunakan QRIS. “Kami bangga QRIS sudah dipakai di beberapa toko dan kios yang kami datangi di pasar. Ada satu pesan dari saya, saat menggunakan QRIS, jangan lupa kita cek sekali lagi rekening tujuannya. QRIS itu memudahkan, tapi tetap untuk keamanan kita harus cek bersama,” ujar Destry.

Destry mengapresiasi kerja sama semua pihak yang telah mendorong seluruh pedagang di Pasar Johar untuk menggunakan QRIS. Hal ini adalah bukti QRIS juga dapat meningkatkan pendapatan para pedagang. Pasar Johar diharapkan dapat menjadi contoh bagi pasar-pasar lain di Jawa Barat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement