Sabtu 13 Oct 2018 08:55 WIB

Jogja Halal Fest Disambut Antusias

Hari ini ribuan santri dan hijaber akan membanjiri arena Jogja Halal Fest.

Rep: Wahyu Suryana, Silvy Dian Setiawan/ Red: Elba Damhuri
Penjaga stan menata produk fesyen halal yang dipamerkan pada Jogja Halal Fest (JHF) di Jogja Expo Centre, DI Yogyakarta, Kamis (11/10).
Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Penjaga stan menata produk fesyen halal yang dipamerkan pada Jogja Halal Fest (JHF) di Jogja Expo Centre, DI Yogyakarta, Kamis (11/10).

REPUBLIKA.CO.ID BANTUL - Laksana magnet, Jogja Halal Fest mampu menyedot antusiasme masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya untuk mengunjunginya. Hal itu setidaknya tampak pada banyaknya pengunjung yang membanjiri arena festival halal ini dalam dua hari pertama penyelenggaraan.

Kemeriahan itu diyakini akan terus berlanjut. Ketua Panitia Jogja Halal Fest, Mursida Rambe, memprediksi ribuan orang akan kembali memadati Jogja Expo Center pada pelaksanaan Jogja Halal Fest hari ketiga.

Baca Juga

"Besok (Sabtu, 13/10) itu akan ada seribu santri bersama orang tuanya dalam pelaksanaan ulang tahun BIAS Jateng-DIY dan pengajian Ustaz Wijayanto," kata Mursida kepada Republika, Jumat (12/10).

Selain itu, pada hari yang sama juga akan digelar kegiatan bertajuk ‘’Hijab Cantik Berlari’’. Walau belum mencapai target sekitar 5.000 peserta, diprediksi setidaknya 3.000 orang hijaber akan mengikuti kegiatan ini.

Hari keempat (Ahad, 14/10) akan diisi konser amal kemanusiaan. Pada hari yang sama juga akan digelar acara penutupan yang dihadiri Ketua Dewan Penasihat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) pusat KH Ma'ruf Amin dan Ketua MES pusat Wimboh Santoso.

"Mudah-mudahan ditutup dengan kegembiraan," ucap salah seorang peraih Tokoh Perubahan Republika 2016 tersebut.

Sejauh ini, ia menilai pelaksanaan Jogja Halal Fest cukup sukses. Walau masih ada dua hari, pelaksanaan hari pertama dan kedua cukup sesuai dengan apa yang direncanakan dan diharapkan.

Menurut dia, persoalan waktu menjadi kendala yang masih sangat krusial karena padatnya acara yang ada. Walau tidak begitu lama, beberapa kegiatan terlambat dari jadwal.

"Tapi //so far so good//, oke, tidak ada masalah," kata Mursida.

Pada Kamis (11/10) malam, Jogja Halal Fest disemarakkan oleh kajian yang menghadirkan Ustaz Salim A Fillah. Antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk menghadiri acara ini. Hal itu tampak dari penuhnya kursi yang disediakan. Para pengunjung tak beranjak sedikit pun dari kursi mereka hingga kajian selesai.

Keesokan harinya, Jogja Halal Fest kembali dibanjiri pengunjung. Pagi hari mereka mengikuti kajian bersama Paggy Melati Sukma. Sementara, pada sore harinya, mereka memadati area di sekitar panggung utama tempat digelarnya acara bincang-bincang bersama tokoh nasional Sandiaga Salahuddin Uno.

"Memang Jogja Halal Fest ini luar biasa, menghadirkan banyak tokoh sehingga waktunya kejar-kejaran," ujar Mursida.

Namun, sebagai pelaksana, Mursida mengaku puas karena semua penonton dan penyewa stan tampak gembira. Walau enggan menyebutkan angka, ia mengatakan, transaksi pada pameran halal ini cukup tinggi.

Sementara, Sandiaga yang kini juga menjadi calon wakil presiden menyoroti tentang wisata halal di Indonesia. Ia menilai potensi dan peluang wisata halal di Tanah Air sangat besar.

Ia berharap Indonesia dapat menjadi salah satu pusat wisata halal di dunia. Untuk mewujudkan hal itu dibutuhkan sinergi dari seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah.

"Saya bermimpi dan saya berharap Indonesia jadi pusat ekonomi halal. Kita harus mendorong," katanya menambahkan.

Menurut dia, potensi wisata halal ini juga dapat meningkatkan perekonomian syariah di Indonesia. Apalagi, saat ini ekonomi syariah baru mengambil peran kurang dari 10 persen.

"Kita harus menuju paling tidak 20 persen dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dan kita ingin target kita satu pertiga dari ekonomi kita bisa mendapatkan paparan dari ekonomi syariah,’’ ujar Sandiaga.  (ed: wachidah handasah)

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement