"Memungkinkan diluar Papua tetapi harus memperhitungkan biaya pengirimannya," ujar Riza.
Direktur PT Freeport Indonesia Claus Wamafma juga menegaskan Freeport sangat terbuka atas kerjasama ini. Apalagi pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang sudah menyatakan bahwa tailling PTFI layak dan memenuhi standar untuk dijadikan bahan baku bangunan.
"Ada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yaitu Menteri PUPR, Menteri BUMN, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang melandasi pemanfaatan tailing ini. Untuk kerjasama Tentu ada proses dan mekanismenya. Tidak ada masalah, pasti kami akan memberikan respons. Kami tidak memilah-milah," ujar Claus, kemarin.
Ia juga mengatakan dalam waktu dekat ini, Freeport akan mengirimkan pasir sisa tambang ke wilayah Distrik Mimika Timur Jauh untuk mendukung pembangunan fasilitas infrastruktur di wilayah itu.
"Kita semua menginginkan Papua lebih baik, lebih maju. Untuk menuju ke arah sana, kita harus bekerja bersama-sama, tidak bisa lagi kita bekerja sendiri-sendiri. Volume pasir sisa tambang yang ada saat ini cukup besar," jelas Claus.