Rabu 10 Mar 2021 17:47 WIB

Kementan-BNI Kerja Sama Bangun Ekosistem Smart Farming

Mentan apresiasi pihak yang perhatian dan pedulian pada regenerasi petani

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Gita Amanda
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo(kedua kiri), Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto (kedua kanan), dan Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Benny Bachtiar (kiri) sedang memanen jagung pada program Millennial Smartfarming di Desa Narawita, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Rabu, 10 Maret 2021. Millenial Smartfarming mengedepankan peranan milenial serta pemanfataan teknologi digital IoT (Internet of Thing) dan AI (Artificial Intelegent) yang didampingi oleh BNI dan mitra pihak ketiga.
Foto:

Direktur Kelembagaan BNI, Sis Apik Wijayanto mengatakan, bahwa membangun pertanian membutuhkan upaya yang luar biasa. Menurutnya, program intensifikasi dan ekstenfikasi perlu didukung dengan pola pembangunan yang sesuai dengan era sekarang, yaitu smartfarming.

"Disruption bukan hanya di teknologi tapi juga pada cara-cara lama. Cara lama mengelola pertanian mungkin bisa dikembangkan dengan smartfarming ini. Membaca cuaca, kapan pemupukan, bisa dideteksi dengan teknologi," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan petani milenial penerima KUR yang menggunakan aplikasi Agree dan alat sensor ritx, Andi, mengatakan bahwa ia sangat terbantu sebagai petani jagung.

"Aplikasi ini memperrmudah memantau lahan dimana dan kapanpun. Mulai dari kondisi lahan. Alat sensor dapat mengendalaikan lahan jagung mulai penyiapan lahan pemupukan dan lain sebagainya yang sudah diinstal di handphone," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement