Jumat 19 Mar 2021 16:56 WIB

Ramai Polemik Impor Beras, Lutfi: Salahkan Saya

Rencana impor beras semata-mata mempertimbangkan dinamika yang terjadi.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.
Foto:

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rapat Komisi IV DPR, Kamis (18/3), enggan banyak berkomentar soal rencana importasi 1 juta ton.

Syahrul mengatakan, rencana impor 1 juta ton beras masih dalam wacana pemerintah. Sejuah ini, menurut dia, belum ada keputusan pasti untuk merealisasikan importasi beras.

“Ini yang saya tahu. Karena itu pelibatan langsung ke Kementan, dalam bentuk penolakan dan lain-lain, saya kira saya tidak ada legal standing yang ada. Saya minta maaf,” kata Syahrul.

Syahrul menekankan, pihaknya bakal lebih berfokus pada penyerapan gabah seiring dengan datangnya panen raya. Menurut dia, Kementan akan menjalin kerja sama dengan perusahaan penggilingan untuk mengoptimalisasi penyerapan gabah agar harga tidak jatuh terlalu dalam.

 

"Harus didahulukan penyerapan gabah, itu yang harus dimaksimalkan oleh pemerintah, karena ini menjadi kepentingan yang sudah menunggu. Barulah selanjutnya kiranya tidak dilakukan impor saat panen raya,” lanjut dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement