Selasa 18 Jan 2022 18:34 WIB

Wujudkan Nol Emisi, Gojek Targetkan 5.000 Kendaraan Listrik 

Gojek sudah mulai mengembangkan penggunaan kendaraan listrik sejak 2021 lalu.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Sub Holding Commercial & Trading (C&T) Pertamina bersinergi bersama Gojek dengan brand Electrum-perusahaan patungan Gojek dan TBS, menggandeng pioner KBLBB roda dua di Indonesia, GESITS, serta brand KBLBB roda dua Taiwan yaitu Gogoro, dalam mengembangkan infrastruktur hilir bagi motor listrik yakni pilot komersial Battery Swapping Station (BSS) atau Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).
Foto: Pertamina
Sub Holding Commercial & Trading (C&T) Pertamina bersinergi bersama Gojek dengan brand Electrum-perusahaan patungan Gojek dan TBS, menggandeng pioner KBLBB roda dua di Indonesia, GESITS, serta brand KBLBB roda dua Taiwan yaitu Gogoro, dalam mengembangkan infrastruktur hilir bagi motor listrik yakni pilot komersial Battery Swapping Station (BSS) atau Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

EKBIS.CO,  JAKARTA -- Gojek berkomitmen mendukung program nol emisi (zero emission) yang dicanangkan pemerintah.

Head of Global Transport Marketing Gojek Amanda Parikesit mengatakan, perusahaan ride hailing ini sedang dalam tahap uji coba. Dalam tahap uji coba ini, menurut Amanda, Gojek menargetkan sebanyak 5.000 kendaraan listrik dan 1 kilometer perjalanan.

Baca Juga

"Kita akan meningkatkan secara bertahap agar lebih banyak pelanggan yang bisa menikmati layanan ini," kata Amanda di Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Amanda menjelaskan, Gojek sudah mulai mengembangkan penggunaan kendaraan listrik sejak 2021. Gojek bahkan sudah membentuk usaha patungan atau Joint Venture (JV) dengan PT TBS Energi Utama Tbk melalui PT Karya Baru TBS (TBS).

Tidak hanya pengadaan armada, menurut Amanda, Gojek juga harus memastikan infrastruktur pendukung kendaraan listrik tersedia. Keberadaan infrastruktur ini penting untuk menjaga kenyamanan pelanggan dalam bertransportasi. 

"Infrastruktur yang memadai ini perlu supaya konsumen bisa terjaga kebutuhan kenyamanan dan keamanannya," ujar Amanda. 

Sebagai informasi, dalam uji coba pengguna Gojek dapat memilih motor listrik pada saat menggunakan layanan GoRide dengan area penjemputan dan pengantaran di Jakarta Selatan. Sementara itu pengemudi yang menggunakan kendaraan listrik akan terus dapat menjadi bagian dari layanan Gojek lainnya seperti GoFood, GoSend Instant, GoShop, dan GoMart.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement