Senin 14 Nov 2022 21:33 WIB

Percepatan Swasembada Gula Dinilai Butuh Sinergi Pemerintah dan Swasta

Peningkatan produksi gula bisa menambah produksi bahan baku industri dan energi.

Red: Agus raharjo
Buruh angkut menaikkan tebu ke atas truk di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (10/8/2022). Menurut pengakuan petani, saat ini harga jual tebu cukup stabil, karena pabrik?gula melakukan pembelian dengan harga berkisar Rp77 ribu per kuintal untuk rendemen paling rendah 7 persen.
Foto: ANTARA/Syaiful Arif
Buruh angkut menaikkan tebu ke atas truk di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (10/8/2022). Menurut pengakuan petani, saat ini harga jual tebu cukup stabil, karena pabrik?gula melakukan pembelian dengan harga berkisar Rp77 ribu per kuintal untuk rendemen paling rendah 7 persen.

EKBIS.CO, JAKARTA--Pemerintah dan swasta disarankan bersinergi untuk memerbaiki tata kelola industri gula untuk memercepat target swasembada gula konsumsi 2028. Ekonom FEB Universitas Indonesia, Eugenia Mardanugraha menilai, pengalaman swasta dalam membawa ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan transfer knowledge diperlukan pemerintah membantu menciptakan kemandirian pangan.

Selain itu, peran swasta juga bisa membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan taraf hidup petani. Menurut Eugenia, pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah meletakkan pijakan tepat untuk meningkatkan produksi gula nasional. Yakni, dengan membentuk PT Sinergi Gula Nusantara atau Sugar Co, yang merupakan perusahaan khusus gula gabungan dari beberapa unit bisnis PTPN Group.

Baca Juga

   

“Saya kira langkah awal dengan membentuk perusahaan khusus gula dari unit-unit bisnis PTPN Group yang ada itu sudah baik. Ke depan tinggal bagaimana hitungan bisnisnya dan selanjutnya menawarkannya kepada investor,” tutur Eugenia, dalam keterangan, Senin (14/11/2022).

 

Eugenia menambahkan, pembentukan holding gula Sugar Co merupakan salah satu langkah awal penting perbaikan BUMN terutapa di PTPN Group. Ia mengatakan, seluruh unit bisnis gula di PTPN Group akan dipisah dari perusahaan induknya (spin off) untuk dikonsolidasikan ke dalam Sugar Co. Konsolidasi diharapkan agar perusahaan fokus mengelola bisnisnya dengan baik.

 

Menurut Eugenia, Sugar Co akan diminati investor atau swasta setelah memiliki data lengkap dan rencana bisnis yang akurat. “Jika Sugar Co berhasil meningkatkan produksi gula, maka tidak hanya swasembada pangan yang dicapai, tetapi juga mampu menambah produksi bahan baku industri dan energi,” ujarnya.

 

Tebu bisa diolah untuk menghasilkan etanol, yang merupakan BBM ramah lingkungan. Eugenia menilai, dengan hasil ini, transisi energi baru terbarukan (EBT) bisa terwujud dengan baik. Bahkan dalam jangka panjang bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.  

 

“Saya kira akan lebih baik dan efisien jika menggandeng pihak swasta. Otomatis kalau perusahaan efisien, target-target seperti swasembada dan diversifikasi produk menjadi etanol bisa tercapai. Kalau tidak dikelola secara profesional, maka semuanya omong kosong,” tegas Eugenia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement