Senin 18 Mar 2024 20:12 WIB

Stok Beras Tersisa 1 Juta Ton, Bulog: Memang Agak Menurun

Bayu mengisyaratkan Bulog akan mendapatkan penambahan kuota impor beras.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Sejumlah pekerja menata beras dalam karung di gudang Perum Bulog Kantor Cabang Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (28/2/2024).
Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Sejumlah pekerja menata beras dalam karung di gudang Perum Bulog Kantor Cabang Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (28/2/2024).

EKBIS.CO,  JAKARTA -- Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan Bulog terus menjaga stabilitas harga beras dengan sejumlah langkah. Salah satunya menjaga ketersediaan stok cadangan beras pemerintah (CBP).

"Yang bisa saya konfirmasi per hari ini, beras Bulog sekitar satu juta ton, ini memang agak menurun," ujar Bayu saat media briefing Bicara BUMN bertajuk "Bicara Stok dan Harga Beras Terkini" di Ruang Media Center, Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/3/2024). 

Baca Juga

Bayu menyampaikan, penurunan stok disebabkan langkah intervensi Bulog dengan melakukan penetrasi ke pasar melalui program Beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) maupun bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (kg). 

Meski mengalami penurunan, Bayu menegaskan Bulog akan terus berupaya meningkatkan stok beras melalui pengadaan dalam negeri maupun importasi dari luar negeri. Bayu mengisyaratkan Bulog akan mendapatkan penambahan kuota impor beras dari pemerintah. 

"Izin yang diberikan Bulog adalah 2 juta ton yang disebutkan di dalam keputusan pemerintah kemungkinan akan ditambah lagi. Anda semua juga sudah tahu, besarnya 1,6 juta ton, ini belum keluar izinnya. Jadi, Bulog akan terus memperkuat stok dengan memanfaatkan izin ini," ucap Bayu.

Bayu menyampaikan, 99 persen atau mayoritas dari 1 juta ton beras Bulog merupakan jenis premium. Oleh karena itu, Bayu mengatakan intervensi Bulog juga akan dilakukan menggunakan beras premium. 

"Terus terang saja stok 1 juta ton hampir selurunya datang dari impor. Di pasar internasional tidak ada beras medium, hanya kenal satu jenis beras, premium," kata Bayu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement