Senin 07 Dec 2020 15:18 WIB

Pengapalan Produk Keramik Nasional Capai 49,8 Juta Dolar AS

Kinerja ekspor keramik selama 9 bulan tahun ini merupakan yang tertinggi sejak 2016

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolandha
Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) mengatakan pemulihan industri keramik di Tanah Air terlihat dari hasil kinerja ekspornya. Sepanjang Januari sampai September 2020, pengapalan produk keramik nasional mencapai 49,8 juta dolar AS.
Foto: Antara/M Agung Rajasa
Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) mengatakan pemulihan industri keramik di Tanah Air terlihat dari hasil kinerja ekspornya. Sepanjang Januari sampai September 2020, pengapalan produk keramik nasional mencapai 49,8 juta dolar AS.

EKBIS.CO,  JAKARTA -- Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) mengatakan pemulihan industri keramik di Tanah Air terlihat dari hasil kinerja ekspornya. Sepanjang Januari sampai September 2020, pengapalan produk keramik nasional mencapai 49,8 juta dolar AS.

Angka itu meningkat 24 persen dibandingkan periode sama sebelumnya. Kemudian secara volume menembus angka 12,8 juta meter persegi atau melonjak 29 persen. 

Baca Juga

“Kinerja ekspor selama sembilan bulan di tahun ini merupakan yang tertinggi sejak 2016,” kata Ketua Umum Asaki Edy Suyanto melalui siaran pers, Senin (7/12). 

Peningkatan nilai ekspor itu, kata dia, karena membaik dan meningkatnya daya saing industri keramik dengan harga gas baru dan mulai dibukanya karantina atau lockdown di beberapa negara tujuan ekspor. Adapun lima negara tujuan ekspor utama produk keramik nasional, yaitu ke Filipina, Malaysia, Taiwan, Thailand dan Amerika Serikat.

“Lonjakan ekspor terjadi dengan tujuan negara Amerika Serikat mencapai 130 persen, Filpina sekitar 60 persen, dan Taiwan 40 persen,” ujar Edy. 

Peningkatan ekspor di luar lima negara tujuan utama tersebut, juga terjadi di Australia. Kenaikannya mencapai 50 persen. 

“Permintaan ekspor ke Amerika Serikat meningkat tajam untuk produk-produk keramik segmen premium. Beberapa anggota Asaki telah mengadopsi teknologi terkini dan tercanggih saat ini untuk memproduksi keramik big slab (ukuran jumbo) beserta produk-produk olahan lainnya yang memberikan nilai tambah,” jelas Edy.

Capaian ini, lanjutnya, juga membuktikan secara kemampuan SDM industri maupun kualitas bahan baku lokal mampu bersaing. Khususnya dengan produk keramik sejenis dari negara Eropa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement