Kamis 04 Mar 2021 18:21 WIB

Sri Mulyani: Pajak Impor Vaksin Capai Rp 3,67 Triliun

Sri Mulyani berhasap produk seperti masker dan hand sanitizer bisa diproduksi lokal.

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha
Pekerja mengecek masker bedah yang diproduksi di PT The Univenus Cikupa, Cikupa, Tangerang, Banten, Rabu (11/11/2020). PT The Univenus Cikupa yang merupakan unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas memproduksi masker Medishield guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama pandemi COVID-19, pabrik itu mampu memproduksi 7,5 juta masker per bulan yang didistribusikan ke seluruh Indonesia.
Foto:

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan fasilitas kepabeanan bea masuk ditanggung pemerintah untuk membantu dunia usaha terdampak pandemi Covid-19. Adapun total nilai fasilitasnya sebesar Rp 91,42 miliar dengan nilai impor Rp 1,44 triliun kepada 11 sektor industri.

"Berbagai fasilitas ini diberikan dan mereka para pengusaha terutama para perusahaan menganggap ini adalah berbagai fasilitas sangat-sangat bermanfaat pada saat mereka menghadapi tekanan maupun gejolak akibat Covid-19," ucapnya.

Ke depan, Sri Mulyani berharap berbagai produk seperti masker, rapid test, swab test, dan APD bisa diproduksi di dalam negeri. Sehingga insentif ini hanya diberikan pada awal-awal saat Indonesia belum mampu memproduksi sendiri.

“Dalam hal ini kita memang masih banyak sekali impor. Kita berharap dengan adanya Covid-19 produksi dalam negeri akan bisa ditingkatkan,” ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement